KASUS 1 : KEMATIAN ROSA WOLF
Detektif Lucas dan Jones adalah mitra yang ditugaskan bersama oleh Departemen Kepolisian Grimsborough. Pada saat itu, Jones melaporkan kepada Detektif Lucas bahwa seorang wanita muda ditemukan tewas di perbatasan kota, tepatnya di kawasan industri. Mereka akan melakukan penyelidikan di TKP untuk mencari petunjuk. Benar saja! Sesampainya di TKP, Detektif Lucas menemukan mayat korban yang diidentifikasi oleh Jones sebagai Rosa Wolf. Mayat tersebut kemudian dibawa untuk diotopsi. Di dekat korban, detektif Lucas juga menemukan sebilah pisau berdarah. Jones menganggap bahwa pisau berdarah tersebut adalah senjata pembunuhan. Investigasi awal Detektif Lucas terhadap kasus ini berjalan dengan baik.
(Di ruang otopsi)
Nathan, sebagai ahli otopsi, menyatakan bahwa luka di leher korban telah diteliti dan dapat dipastikan bahwa pembunuhnya adalah seorang yang bertangan kanan.
(Di ruang kepala kantor polisi)
Detektif Lucas diberitahukan kepada Samuel King, kepala kepolisian, bahwa menurut seorang saksi, pembunuh menggunakan topi biru. Kemudian, Detektif Lucas dan Jones diperintahkan oleh Samuel King untuk memeriksa rumah terlantar tepat di seberang jalan tempat mayat Rosa Wolf ditemukan, dengan harapan menemukan barang bukti yang diperlukan.
(Di TKP rumah terlantar)
Detektif menemukan sobekan kain yang berlumuran darah. Setelah disatukan, kain tersebut ternyata berupa jersey sepakbola bertuliskan nomor 9 di bagian belakangnya. Jones percaya bahwa ini adalah barang bukti kunci dalam kasus pembunuhan yang sedang diselidiki. Jones kemudian memerintahkan Detektif Lucas untuk menangkap pembunuhnya. Di antara dua tersangka yang bernama Ash Bison dan Matt Barry, keduanya mengenakan topi biru dan bertangan kanan, Detektif Lucas memilih Matt Barry sebagai tersangka pembunuh. Alasannya, Matt Barry terlihat memakai jersey dengan nomor 9 di bagian belakangnya, sehingga dianggap sebagai pembunuh dari Rosa Wolf.
Karena keberhasilan Detektif Lucas dalam menangani kasus pembunuhan pertamanya dengan cepat, termasuk menemukan barang bukti secara cepat, Samuel King tetap percaya pada kemampuan Detektif Lucas untuk menangani kasus baru selanjutnya.
Kemudian Detektif Lucas diperintahkan oleh Samuel King untuk terus menyelidiki Ash Bison meskipun bukan sebagai pembunuh, gerak-geriknya mencurigakan. Keberadaan tato ular di lehernya membuat polisi semakin curiga, karena tato tersebut adalah simbol dari geng terbesar di kota Grimsborough, yaitu Geng Vipers. Interogasi terhadap Ash akan memudahkan kepolisian untuk mendapatkan informasi tentang Geng Vipers. Informasi sekecil apapun dianggap berguna dalam penanganan geng tersebut.
Detektif Lucas dan Jones menginterogasi Ash, namun Ash enggan memberikan informasi tentang Geng Vipers. Detektif Lucas memutuskan untuk melakukan pemeriksaan ulang di TKP tepi jalan perbatasan kota untuk mencari bukti yang dapat membuka mulut Ash. Di TKP, detektif menemukan sebuah pistol dengan sidik jari. Sidik jari tersebut kemudian dibawa ke ahli IT kepolisian bernama Alex untuk dianalisis dan dicocokkan.
Setelah Alex memeriksanya, ternyata sidik jari tersebut milik Ash Bison. Ash tidak memiliki izin senjata api, sehingga Detektif Lucas dan Jones akan melakukan interogasi lebih lanjut mengenai hal ini. Dalam interogasi tersebut, Jones menemukan pistol milik Ash Bison dan mengancam untuk menahan Ash jika tidak memberikan informasi tentang Geng Vipers. Ash dengan santai mengungkapkan bahwa Geng Vipers telah berganti pemimpin, namun tidak memberitahu Detektif Lucas dan Jones siapa nama pemimpin baru Geng Vipers tersebut. Jones merasa informasi yang diberikan masih kurang, sehingga ia memerintahkan Detektif Lucas untuk menahan Ash.
Comments
Post a Comment