KASUS 2 : MAYAT DI KEBUN
Samuel King menerima laporan dari Dave Simmons yang melaporkan bahwa ia melihat potongan tubuh di sebuah pekarangan liar. Detektif Lucas dan Jones segera menuju ke TKP. Di sana, Dave Simmons menjelaskan bahwa ia langsung menghubungi polisi saat menemukan potongan tangan di pekarangan. Detektif Lucas dan Jones memeriksa ke dalam rumah di pekarangan tersebut untuk mencari kemungkinan bagian tubuh lainnya. Di kamar mandi, mereka menemukan mayat korban yang kemudian dibawa untuk diotopsi. Menurut KTP, korban bernama Ned Dillard, seorang makelar hipotek. Detektif juga akan memeriksa pakaian korban dan menemukan sebotol cairan mudah terbakar di dekat bak mandi. Selain itu, gergaji berdarah juga ditemukan dan dipastikan sebagai senjata pembunuhan.
Di laboratorium otopsi, Nathan menjelaskan bahwa potongan tangan di taman sesuai dengan mayat yang ditemukan di kamar mandi. Nathan juga menyimpulkan bahwa hanya seorang pria yang mampu membuang mayat dengan memotongnya menggunakan gergaji.
Kemudian Detektif Lucas memeriksa kode harga lengkap dari sebotol cairan mudah terbakar untuk melacak asal produk tersebut, mengingat bahan kimia tersebut dipantau ketat. Ternyata produk tersebut dibeli dari minimarket terdekat. Detektif Lucas dan Jones berangkat untuk menginterogasi pemilik minimarket, Joe Stern, yang mengaku bahwa cairan mudah terbakar tersebut dibeli dari tokonya. Namun, Joe tidak tahu siapa pembelinya karena minimarketnya sangat ramai. Mendengar hal itu Detektif Lucas dan Jones menginspeksi minimarket miliknya. Kemudian Detektif Lucas menemukan kantong sampah yang didalamnya terdapat bon belanja yang memuat pembelian cairan mudah terbakar, gergaji, dan plester. Detektif Lucas menyimpulkan bahwa tidak mungkin jika seorang pembunuh membelikan plester kepada korban. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembunuh memakai plester.
Detektif Lucas memeriksa pakaian korban yang sebelumnya ditemukan di kamar mandi. Ternyata, di dalamnya terdapat gigi emas. Menurut Jones, gigi emas tersebut kemungkinan memiliki nilai penting dalam penyelidikan, sehingga gigi emas tersebut dikirimkan ke laboratorium untuk dianalisis.
Grace selaku kepala lab yang menangani analisis forensik, menyebutkan bentuk gigi itu kompatibel dengan bekas gigitan di botol cairan mudah terbakar yang sebelumnya ditemukan. Grace menjelaskan, pembunuh mencoba membuka tutup botol dengan giginya namun kehilangan giginya ketika melakukannya. Kemudian Jones menyimpulkan bahwa pembunuh kehilangan satu giginya. Detektif Lucas pun mengatakan kalau Dave Simmons terlihat kehilangan satu giginya ketika berbicara, sehingga Jones dan Detektif Lucas pun langsung menginterogasi Dave Simmons.
Ketika diinterogasi, Dave Simmons menjelaskan bahwa giginya hilang sejak kecil. Dave Simmons sebenarnya berniat menjual rumah yang ada di pekarangan tersebut, dan ketika ditanya oleh Jones tentang identitas rumah tersebut, Dave Simmons menyebutkan bahwa rumah itu dimiliki oleh Tuan Marconi. Jones terkejut dan segera melaporkan hal ini kepada Samuel King. Ternyata, Tuan Marconi adalah seorang gangster yang terlibat dalam berbagai bisnis ilegal. Hingga saat ini, kepolisian belum dapat mengaitkan bukti apapun kepadanya. Detektif Lucas dan Jones segera menginterogasi Tuan Marconi dan berupaya mencari informasi lebih lanjut darinya.
Ketika diinterogasi, Marconi enggan memberikan informasi dan menyatakan bahwa tidak mengenal korban. Lalu Jones dan Detektif Lucas kembali ke markas dan merangkum semua informasi yang telah mereka dapatkan. Berkat Detektif Lucas, diketahui bahwa pembunuh seorang pria, kehilangan satu gigi dan menggunakan plester. Selain itu, terungkap bahwa Marconi, seorang tokoh kriminal terbesar di Grimsborough, terlibat dalam kasus ini. Jones dan Detektif harus menemukan bukti yang kuat untuk mengaitkan kasus ini dengan Marconi. Mereka melaporkan temuan mereka kepada Samuel King. Samuel King merasa senang dengan penemuan ciri-ciri pembunuh, namun Jones dan Detektif Lucas bingung tentang langkah selanjutnya. Dengan tegas, Samuel King memerintahkan mereka untuk kembali ke TKP awal, yaitu kamar mandi dan pekarangan, untuk mencari barang bukti tambahan.
Comments
Post a Comment